Sepuluh Transfer yang Mengejutkan

1. Eric Cantona

Leeds United ke Manchester United.
Cantona, ketika itu masih berusia 26 tahun, termasuk barisan pemain yang mengantarkan Leeds United menjuarai First Division, 1991-1992. Sir Alex Ferguson memboyongnya ke Old Trafford pada 26 November 1992 dengan fee 1,2 juta pound (sekitar Rp 19,8 miliar). Meskipun kerap berulah dan sering berlaku kontroversial, hanya dalam kurun lima tahun, mengantarkan empat gelar premiership, “King Eric” berhasil menyihir publik Old Trafford. Bahkan, Cantona didaulat para fans sebagai Pemain MU Abad Ini.

2. Luis Figo
Barcelona ke Real Madrid.
Transfer Luis Figo dari Nou Camp ke Estadio Santiago Bernabeu di bursa transfer musim panas 2000 menjadikannya sebagai pemain dengan rekor fee tertinggi saat itu: 38,7 juta pound. Namun, bukan soal fee yang membuat transfer Figo dikenang publik. Keputusannya untuk meninggalkan Barcelona dan bergabung bersama Real Madrid yang notabene musuh abadi Los Blaugrana membuat publik Nou Camp sakit hati.

3. Javier Mascherano dan Carlos Tevez
Corinthians ke West Ham United.
Di detik-detik akhir bursa transfer Agustus 2006 lalu, West Ham United menggebrak persepakbolaan Inggris dengan merekrut duo punggawa Timnas Argentina yang sebelumnya bermain bersama Corinthians, Javier Mascherano dan Carlos Tevez. Keputusan yang mahal harganya. Meskipun The Hammers terhindar dari degradasi di akhir musim 2006-07 berkat gol tunggal Tevez di partai terakhir, kisruhnya soal kepemilikan Tevez membuat West Ham didenda dengan jumlah terbesar sepanjang sejarah. Sampai saat ini, kasus Tevez masih bergulir.

4. Robinho.
Real Madrid ke Manchester City.
Musim lalu, bursa tinggal ‘mengesahkan’ perpindahan Robinho dari Real Madrid ke Chelsea. Bahkan, The Blues pun sempat melansir dan melego kostum Robinho. Namun, takdir berkata lain. Beberapa menit sebelum bursa ditutup, datang tawaran menggelegar yang disodorkan Manchester City yang ketika itu baru berubah wajah kepemilikan. Walhasil, Robinho jadi anak asuh Mark Hughes dan menyandang pemain dengan rekor fee transfer termahal dalam sejarah persepakbolaan Liga Premier, 32,5 juta pound, mengalahkan rekor sebelumnya yang menjadi milik Andriy Shevchenko.

5. Sol Campbell
Tottenham Hotspur ke Arsenal.
Mirip dengan persaingan Barca-Madrid. Itulah ‘permusuhan’ yang terjadi antara dua klub yang berdomisili di North London, Tottenham Hotspur dan Arsenal. Karena itu, status Sol Campbell di White Hart Lane berubah total, dari pahlawan menjadi pengkhianat seiring dengan keputusannya hengkang ke Highbury Stadium memperkuat The Gunners di bursa transfer musim panas 2001.

6. Kevin Keegan
Hamburg ke Southampton.
Di musim panas 1980, Southampton menggelar konferensi pers seiring dengan keberhasilan mereka merekrut Kevin Keegan, Pemain Terbaik Eropa (Ballon d’Or 1978-1979), dari SV Hamburg. Meskipun berkiprah di First Division, nama The Saints terbilang anak bawang dalam persepakbolaan Eropa. Fee King Kev ketika itu ditaksir mencapai 500 ribu pound.

7. Maurice ‘Mo’ Johnston
Nantes ke Rangers.
Setelah meninggalkan Celtic pada 1987 untuk bergabung bersama Nantes FC, Maurice o Johnston melontarkan tekad bulat: tidak akan pernah kembali bermain di persepakbolaan Skotlandia. Namun, lidah memang tak bertulang. Setelah dua musim berkecimpung di persepakbolaan Prancis, Mo menyatakan keinginannya untuk balik ke Celtic. Namun, saat hendak menerima pinangan Celtic, Graeme Souness ‘menyeretnya’ ke Rangers. Keputusan yang membuat marah fans kedua klub.

8. David Beckham
Real Madrid ke LA Galaxy.
Sepanjang musim 2006-07, David Beckham menemui sejumlah masalah saat memperkuat Real Madrid. Entrenador tim, Fabio Capello kerap menyingkirkannya dari skuad Los Merengues. Pun begitu pula dengan Steve McClaren yang mendepaknya dari Timnas Inggris. Alhasil, Beckham pun dispekulasikan bakal hengkang dari Bernabeu. Tapi, tidak ada yang menyangka jika Beckham memilih Los Angeles (LA) Galaxy sebagai pelabuhan baru dalam karirnya.

9. Jurgen Klinsmann
AS Monaco ke Tottenham Hotspur.
Jurgen Klinsmann termasuk pemain yang berkontribusi dalam keberhasilan Timnas Jerman meraijh gelar Piala Dunia 1990 di Italia. Dicap sebagai penyerang yang suka melakukan diving dan punya peran melibas Timnas Inggris di semifinal PD 1990 membuat Klinsmann jadi musuh publik Inggris. Alhasil, kepindahannya ke White Hart Lane dari Monaco termasuk mengejutkan banyak pihak. Putusan yang akhirnya berbuah manis. Meski hanya semusim, Klinsmann berhasil mengubah opini publik Inggris dan menjadi idola fans Spurs.

10. Diego Maradona
Barcelona ke Napoli.
Sama seperti Luis Figo, transfer Diego Armando Maradona, dari Barcelona ke Napoli, 1984, menjadi rekor saat itu, fee-nya mencapai 6,9 juta pound. Namun, keputusan Maradona bergabung bersama Azzurri termasuk sangat mengagetkan. Pasalnya, Napoli belum pernah meraih gelar scudetto. Kedatangan Maradona mengubah segalanya. Dalam enam musim, Maradona berhasil mengantarkan dua gelar Liga Serie A Italia. Ketika bersama Napoli, Maradona mengantarkan Argentina menjuarai PD 1986 di Meksiko.

Advertisements

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

  • Assalamualaikum

    Assalamualaikum
  • Tuhan Ku

    allah
  • Kebangsaan Ku

    indonesia
  • Visit Indonesia

    visit-indonesia
  • My Favorit Team

    real
  • My Idola

    casillas
  • Batam Digital Island

    Capai 2000 Blogger di Batam Digital Island - Bersama menjadikan Batam Digital Island.
  • Visit www.batamdigitalisland.com - Bersama menjadikan Batam Digital Island.
  • Lomba Blog Batam

    Lomba Blog Batam Blogger Community
  • Visit Batam

  • BBC

    batam